Wednesday, 12 September 2007

Dunia Sudah Gila


KIPI (Konferensi Internasional Pelajar Indonesia) baru saja berakhir, acara yang sangat-sangat menginspirasi saya. Banyak yang saya dapat disana. Tapi kali ini bukan itu yang ingin saya bahas, di acara itu saya kembali bertemu dengan seseorang teman lama yang sempat menghilang beberapa saat. Banyak yang saya bahas bersama seorang teman lama ini, rasanya hampir semua topik kami bicarakan. Termasuk tentu saja, cinta.

Di obrolan ini saya yang mengaku sebagai orang yang berpikiran terbuka, maju, dan mau menerima perubahan mendapat suatu cobaan atas pernyataan saya itu. Karena teman saya ini menyampaikan suatu konsep yang menurut saya sangat tidak masuk akal. Tapi kemudian saya berpikir, apa benar kondisi saat ini memang seperti itu, apa saya yang harus menyesuaikan diri?

Ketika obrolan kami membahas tentang hubungan cinta, saya bercerita tentang hubungan saya dengan pacar saya saat ini, suka dukanya dan segala macamnya. Dia pun begitu.

Ada satu kesamaan antara saya dan teman lama saya ini. Kami berdua pernah mengalami yang namanya pengkhianatan. Dari situ dia bercerita kalau sampai saat ini pun dia masih bisa melihat si mantan sebagai figur seorang pacar yang dia inginkan. Sampai ke poin ini saya masih bisa menerima, karena memang saat ini saya sedang menjalani hubungan dengan seseorang yang memiliki latar belakang mirip. Tapi lalu dia melanjutkan ceritanya.. dia mengeluarkan pernyataan bahwa jauh di dalam hatinya dia ingin menikah dengan mantan yang pernah mengkhianatinya ini. Sampai di poin ini pun saya masih bisa menerima, karena saya tidak merasa ada masalah dengan masa lalu seseorang asalkan dia bisa menunjukkan kalau dia sudah berubah.

Yang tidak bisa saya terima adalah, dia kemudian berkata “Liat aja lah jaman sekarang, mana mungkin sih lo hidup puluhan tahun setia ke satu orang, pasti ada lah saat-saat dimana either elo atau pasangan lo yang akan selingkuh. Dan itu mungkin akan terjadi dalam siklus beberapa tahun sekali. Apa lagi cowok kaya lo, pastilah selingkuh”

WTF?!?

Inti dari pernyataan dia diatas adalah, kenapa dia ingin menikah dengan mantan yang pernah berselingkuh itu adalah karena setelah berselingkuh pun dia masih bisa melihat si mantan dengan tatapan cinta. Jadi jika di masa depan di masa pernikahan dia berselingkuh lagi, teman saya ini akan bisa menerima dan pernikahannya itu tidak akan berakhir dengan perceraian.

Saya lalu berpikir. Apa benar keadaan dalam pernikahan sebobrok itu? Apa benar pasangan kita pasti akan berselingkuh? Apa benar kita lalu harus memaafkan dan melupakan? Jadi jika kita berselingkuh, di jaman sekarang ini itu sudah merupakan hal yang biasa.

Apakah pernikahan hanya suatu simbol ekonomi dimana dua orang yang tadinya jalan sendiri-sendiri lalu bersatu dalam satu rumah dan membangun segala sesuatu secara bersama.

Kalau dipikir-pikir lagi, keadaan pernikahan jaman sekarang ini memang seperti itu. Banyak sekali cerita-cerita tentang perselingkuhan di dalam pernikahan. Banyak yang berakhir dengan perceraian, ada juga yang tetap bertahan, bahkan ada juga istri yang sampai merelakan suaminya beristri lebih dari satu. Terlalu banyak memang cerita-cerita seperti ini. Bahkan di lingkungan persahabatan terdekat pun saya sering sekali mendengar.

Berarti kalau saya memutuskan untuk menikah suatu saat nanti, di hari pertama saya dan calon istri saya mengucapkan sumpah setia, hati juga harus langsung dikuatkan untuk menerima bahwa suatu saat beberapa tahun dari sekarang seseorang yang sangat saya cintai ini akan berselingkuh.

Ga usah nikah aja lah sekalian. Gila apa.

(lovely private lunch @ Mirasa)

No comments: