Tuesday, 19 June 2007

Love Me... Love Me Not...


Here is a quick question; can you make someone falling in love with you? Most of us will answer, yes of course, why won’t we?

Yes we can, indeed, but there are a lot of buts. You can only make someone falling in love with you if he/she already has the potential for loving you to begin with. You can try your hardest to make someone to like you, but when it comes to love, you can only try so hard but it will never happen if he/she does not have that potential. Wishful thinking often comes to a person who is in love with someone, you hope for so much, you dream so highly, yet you forget that in this matter there are two people involves, you forget to see that the other guy may not hope the way you hope, may not dream the way you dream.

Men and women have different perception in seeing a relationship. They also have different perception in seeing each other. Men attracted to something sexual. Does not matter how hard they deny it, the fact remain the same, men always see women from their appearance first. Is she good looking, is she has nice breast, is she proportionally pretty, is it possible to get laid with her, and all those kind of questions. After a woman passed one man’s physical criteria, then it goes to the next scanning, it could be anything, from fun to talk with, understanding, etc.

While women, on the other hand, tend to start with something more emotional. Try to talk something fun with her, try to impress her with your sensitivity, dress smart, and those kinds of thing could lead you to win her heart. Although it still counts as the physical appearance, but the approach is different.

Life experiences and mindsets of people are unique to each others. This is what creates the way of seeing other people. Researchers in Durham University, England, has conducted a research on women’s psychology, they found that women is generally, especially those who is having a strong relationship with the father, looking for a life partner who is look a like her father. Even if you have a face of Brad Pitt, you could not get a woman to marry you if she already found another man who is similar to her father. This is just one example of how people’s life experience creates a barrier for his/her self from outside world.

I need to stress this again, at the start of a relationship; people will be fascinated to the physical attraction, if the potential is there, then it will certainly develop into a meaningful, emotional bond.

Often the best way is to establish a sound friendship first. People tend to forget this very foundation of a relationship. It needs time to grow the feeling. You do not make people falling for you. This is a pessimistic way of saying this, but you only wait and see if someone is actually falling for you, you do not make them. If you tired of waiting, then maybe he/she is not meant to be yours.

The general rules are, befriend, treat him/her nicely, show and improve your true self, wait, and see.

(heavily inspired by a writing of unknown author found on the net couple years ago)

Friday, 15 June 2007

Simple Question, Not So Simple Answer

Ketika kita sedang menjalani suatu hubungan, ada yang namanya saling memberi, saling berbagi, saling menjaga. Maksudnya adalah, ketika status pacar kita dapatkan, kita menjadi seseorang yang berharga di kehidupan pasangan kita. Tapi seseorang yang berharga itu sebenarnya tidaklah kita dapatkan dengan sendirinya. Ada proses untuk menjadi seseorang yang berharga. Ketika kita bisa menjadi seseorang yang dibutuhkan pasangan, barulah kita menjadi seseorang yang berharga itu.

Siapa sih yang tidak ingin dibutuhkan oleh pacar? Kita bisa menjadi seseorang yang dibutuhkan dengan jalan selalu siap membantu jika pasangan menghadapi masalah. Ada tiga masalah yang mungkin dihadapi seorang pasangan.

Masalah ini bisa berupa masalah fisik, seperti sakit dan harus dibawa ke rumah sakit, atau sekedar menemani ke dokter, atau masalah fisik lain seperti sedang tidak ada mobil padahal sedang butuh kesuatu tempat, atau di kasus yang ekstrim seperti butuh perlindungan fisik karena diganggu oleh seseorang.

Masalah berikutnya adalah masalah hati, kita harus siap membantu jika hati pasangan kita sedang susah. Harus siap menjadi teman curhat. Kadang dia ingin bercerita tentang masalahnya, dan kitalah yang harus menjadi orang pertama yang siap mendengar. Kadang juga pasangan kita butuh seseorang yang bisa memberikan dia rekomendasi dan arahan terhadap suatu masalah yang dia tidak sanggup hadapi sendiri. Kita lah yang seharusnya disana.

Masalah terakhir adalah masalah kepuasan akan kehadiran kita. Contohnya adalah, jika pasangan kita perlu “shoulder to cry on”, pundak kita lah yang harus ada disana, biarkan dia menangis di pelukan kita, atau sebaliknya ketika dia sedang bahagia. Contoh lainnya seperti, kita harus bisa menjadi seseorang yang bisa dibanggakan pasangan kita di hadapan teman-teman dan keluarganya. Entah itu dilihat dari penampilan fisik kita yang menarik, atau dari pemikiran-pemikiran dan cara berkomunikasi kita yang hebat, atau hal-hal lainnya yang bisa membuat dia berjalan membusungkan dada di depan komunitasnya sambil menggandeng tangan kita. Termasuk di kategori ini tentunya adalah kepuasan dia akan kehadiran kita ketika dia sedang membutuhkan teman di tempat tidur.

Masalah fisik, masalah hati, masalah kepuasan akan kehadiran kita. Jika kita bisa memecahkan masalah-masalah itu, jika kita berusaha keras untuk menjadi seseorang yang bisa berada di tiga masalah itu, jika kita berusaha untuk menjadi yang terbaik, kita menjadi seseorang yang berharga di hidup pasangan kita. Dan apabila pasangan kita juga melakukan hal yang sama, bila dia berusaha untuk menjadi yang terbaik untuk kita, bisa dibilang sempurnalah suatu hubungan itu. Perhatikan kata-kata “berusaha”, asal kita sudah berusaha, itu sudah cukup, hasil dari usaha itu tidak terlalu penting.

Sekarang pertanyaan utama dari tulisan ini, apa yang bisa kita berikan ke pasangan kita jika kita jauh secara fisik, atau dengan kata lain kita sedang berhubungan jarak jauh dengan pacar.

Apa yang bisa menjadikan kita seseorang yang berharga di mata dia? Dan begitu juga sebaliknya. Mungkin tiga masalah di atas tidak seharusnya dipermasalahkan? Saya sangat percaya selama kita dibutuhkan oleh pasangan, dia akan selalu berada di sisi kita. Jadi, apa yang bisa kita lakukan untuk membuat kita dibutuhkan?

(a long night in Sydney, can’t wait to be home)