
Perasaan paling menyesakkan adalah cinta yang terbuang dan tak terbalas. When you love someone but it goes to waste. Itu adalah saat dimana manusia merasa benar-benar tidak berdaya. Apalah yang bisa dilakukan seseorang untuk membuat pujaan hatinya memiliki perasaan yang sama jika memang dari awal tidak ada potensi perasaan untuk menyukai balik? Manusia sekuat apa pun akan hancur di keadaan seperti itu.
Hati yang berharap terlalu optimis, rasa tidak percaya dan penolakan terhadap kenyataan, dia yang paling pesimis dan penakut pun akan berani untuk berpikir keadaan akan berubah suatu saat. Padahal, logika jernih tertunduk kasihan dan berpikiran lain. Tidak mungkin.
Butuh waktu bertahun-tahun untuk sembuh. Walaupun waktu memiliki kekuatan untuk menyembuhkan segala penyakit hati, tapi kita tidak akan tahu kapan. Mungkin besok, atau mungkin puluhan tahun kemudian.
Selayaknya ruang hati yang terasa sesak. Perasaan yang tidak menyenangkan ini akan terus bersarang di dada sampai ada sesuatu yang mendorong mereka untuk keluar. Sebenarnya, rasa ini tidak sebegitu jeleknya. Hanya perlu pembiasaan. Syukuri saja yang kita miliki saat ini.
Sometimes, you thought you’ve tried your best, still, you don’t succeed. Sometimes you got what you want, when you realize that’s not what you need. When you feel so tired, but somehow you can’t close your eyes, the burden is so heavy it rejects sleeping. You stuck in reverse. You want to go forward, but you can only go backward, go back to that unpleasant memories and hopes, when what you can do is hoping that everything is fixed and brings you forward.
And then you cry. You leave something you can’t replace, you lost something you can’t replace. You love someone who doesn’t love you back. You give all you have, you sacrifice almost everything, but that someone couldn’t give something that you want. Her love. Could it be worse?
Yes, it could, it’s when after all you’re too in love to let it go.
(one sad & boring afternoon at JSK mid December 2006)
1 comment:
potensi untuk menyukai dan mencintai seseorang itu dinilai dari manah? sekedar perasaan sematakah?
Post a Comment