Friday, 15 June 2007

Simple Question, Not So Simple Answer

Ketika kita sedang menjalani suatu hubungan, ada yang namanya saling memberi, saling berbagi, saling menjaga. Maksudnya adalah, ketika status pacar kita dapatkan, kita menjadi seseorang yang berharga di kehidupan pasangan kita. Tapi seseorang yang berharga itu sebenarnya tidaklah kita dapatkan dengan sendirinya. Ada proses untuk menjadi seseorang yang berharga. Ketika kita bisa menjadi seseorang yang dibutuhkan pasangan, barulah kita menjadi seseorang yang berharga itu.

Siapa sih yang tidak ingin dibutuhkan oleh pacar? Kita bisa menjadi seseorang yang dibutuhkan dengan jalan selalu siap membantu jika pasangan menghadapi masalah. Ada tiga masalah yang mungkin dihadapi seorang pasangan.

Masalah ini bisa berupa masalah fisik, seperti sakit dan harus dibawa ke rumah sakit, atau sekedar menemani ke dokter, atau masalah fisik lain seperti sedang tidak ada mobil padahal sedang butuh kesuatu tempat, atau di kasus yang ekstrim seperti butuh perlindungan fisik karena diganggu oleh seseorang.

Masalah berikutnya adalah masalah hati, kita harus siap membantu jika hati pasangan kita sedang susah. Harus siap menjadi teman curhat. Kadang dia ingin bercerita tentang masalahnya, dan kitalah yang harus menjadi orang pertama yang siap mendengar. Kadang juga pasangan kita butuh seseorang yang bisa memberikan dia rekomendasi dan arahan terhadap suatu masalah yang dia tidak sanggup hadapi sendiri. Kita lah yang seharusnya disana.

Masalah terakhir adalah masalah kepuasan akan kehadiran kita. Contohnya adalah, jika pasangan kita perlu “shoulder to cry on”, pundak kita lah yang harus ada disana, biarkan dia menangis di pelukan kita, atau sebaliknya ketika dia sedang bahagia. Contoh lainnya seperti, kita harus bisa menjadi seseorang yang bisa dibanggakan pasangan kita di hadapan teman-teman dan keluarganya. Entah itu dilihat dari penampilan fisik kita yang menarik, atau dari pemikiran-pemikiran dan cara berkomunikasi kita yang hebat, atau hal-hal lainnya yang bisa membuat dia berjalan membusungkan dada di depan komunitasnya sambil menggandeng tangan kita. Termasuk di kategori ini tentunya adalah kepuasan dia akan kehadiran kita ketika dia sedang membutuhkan teman di tempat tidur.

Masalah fisik, masalah hati, masalah kepuasan akan kehadiran kita. Jika kita bisa memecahkan masalah-masalah itu, jika kita berusaha keras untuk menjadi seseorang yang bisa berada di tiga masalah itu, jika kita berusaha untuk menjadi yang terbaik, kita menjadi seseorang yang berharga di hidup pasangan kita. Dan apabila pasangan kita juga melakukan hal yang sama, bila dia berusaha untuk menjadi yang terbaik untuk kita, bisa dibilang sempurnalah suatu hubungan itu. Perhatikan kata-kata “berusaha”, asal kita sudah berusaha, itu sudah cukup, hasil dari usaha itu tidak terlalu penting.

Sekarang pertanyaan utama dari tulisan ini, apa yang bisa kita berikan ke pasangan kita jika kita jauh secara fisik, atau dengan kata lain kita sedang berhubungan jarak jauh dengan pacar.

Apa yang bisa menjadikan kita seseorang yang berharga di mata dia? Dan begitu juga sebaliknya. Mungkin tiga masalah di atas tidak seharusnya dipermasalahkan? Saya sangat percaya selama kita dibutuhkan oleh pasangan, dia akan selalu berada di sisi kita. Jadi, apa yang bisa kita lakukan untuk membuat kita dibutuhkan?

(a long night in Sydney, can’t wait to be home)

No comments: